Panduan Lengkap Merancang Prompt CREAO AI

Creao Indonesia

Tujuan dari penyusunan prompt dalam format ini adalah agar CREAO AI dapat menghasilkan aplikasi dengan cakupan fitur yang jelas, arsitektur fungsi yang sistematis, dan hasil yang konsisten dengan ekspektasi pengguna, terutama terkait produk digital untuk kampus, sekolah, komunitas, organisasi, maupun bisnis.

Struktur prompt dibagi dalam beberapa komponen. Setiap komponen memiliki fungsi tertentu dalam menyampaikan konteks sistem yang akan dibangun.

1. Menentukan Fungsi Sistem dan Target Organisasi

Kalimat pembuka menggunakan format berikut:

“I need a [business function] system for [company/team type].”

Fungsi kalimat pembuka:

  • Menjelaskan secara eksplisit jenis aplikasi yang akan dibangun.
  • Menyampaikan konteks penggunaan aplikasi.
  • Mengarahkan CREAO untuk memilih modul dan workflow yang relevan.

Contoh:

  • I need an Online Voting system for student government organizations.
  • I need a Scholarship Tracking system for high school students.

Tips:

Hindari istilah generik seperti “application”, gunakan istilah khusus seperti “event management system”.

Target organisasi harus spesifik: bukan “everyone” tetapi misalnya “campus committees”, “church admins”.

2. Mendefinisikan Roles Pengguna

Bagian berikut:

“Users: [specific roles]”

Tujuannya:

  • Menjelaskan siapa saja aktor yang akan menggunakan sistem.
  • Membantu CREAO memetakan peran, akses, UI halaman, dan level otorisasi.

Contoh role:

Admin, Moderator, Applicant, Voter, Member, Driver, Visitor.

Semakin spesifik semakin baik. Hindari daftar yang terlalu panjang, fokus pada kelompok utama.

3. Mendeskripsikan kebutuhan sistem secara modular

Bagian inti prompt:

“The app should:

  • Core workflow
  • Data management
  • Reporting needs
  • Integrations
  • Automation or notifications”

Struktur modular ini berfungsi sebagai requirement breakdown untuk membantu CREAO memahami kegunaan sistem secara sistematis. Berikut penjelasan masing-masing dimensi.

3.1. Core workflow

Komponen terpenting yang menjelaskan alur proses utama aplikasi. Fokus pada fungsi bernilai bisnis tinggi.

Contoh inti workflow:

  • Registrasi
  • Verifikasi akun
  • Pembayaran
  • Upload file
  • Generation (sertifikat, tiket, invoice)
  • Scheduling
  • Real-time monitoring

Format penulisan:

  • Gunakan bullet point
  • Gunakan bentuk kata kerja aktif
  • Hindari deskripsi panjang

3.2. Data management

Mendefinisikan entitas data dan struktur penyimpanan inti.

Tujuan:

Menjelaskan apa saja data yang perlu disimpan, dilacak, dan dikelola.

Contoh:

  • Store participant profiles
  • Maintain scholarship database
  • Manage attendance logs

Tips:

  • Gunakan istilah data model/metadata
  • Sebutkan tabel/entitas utama

3.3. Reporting needs

Bagian ini menjelaskan jenis laporan yang diperlukan, baik dashboard realtime maupun report export.

Contoh:

  • Attendance statistics
  • Vote audit logs
  • Recommendation analytics

Tips:

  • Sebutkan output laporan, bukan halaman UI-nya
  • Sertakan format ekspor jika perlu (CSV/PDF)
  • 3.4. Integrations
  • Menjelaskan dependensi eksternal atau platform lain.

Contoh integrasi:

  • WhatsApp / email for notification
  • Google Calendar sync
  • IoT device input (sensor parkir)
  • PDF generator
  • Map API

Tips:

Berikan opsi opsional jika diperlukan

3.5. Automation or notifications

Menjelaskan fungsi automasi agar aplikasi terasa cerdas dan sistematis.

Contoh:

  • Auto-send confirmation email
  • Trigger reminder sebelum deadline
  • Rotate ads automatically
  • Auto-generate certificate after attendance verified

Format:

Sebutkan trigger/action alurnya

4. Menambahkan instruksi desain UI

Opsional, tetapi sangat berguna bagi CREAO untuk menghasilkan tampilan awal aplikasi sesuai preferensi.

Format standar:
“Design a modern web app using glassmorphism style with translucent panels and a soft light background.”

Tujuan:

  • Mengarahkan gaya UI global
  • Menghindari tampilan generik atau paradigma default builder
  • Anda bisa menambahkan:
  • typography
  • preferensi warna
  • layout minimal dashboard
  • responsive design

Namun saran terbaik adalah tetap ringkas agar CREAO tetap fokus pada desain inti.

Tips agar prompt efektif dan menghasilkan aplikasi berkualitas

  • Gunakan bahasa Inggris teknis untuk sistem/aplikasi agar mengenali requirement dengan baik.
  • Hindari menjelaskan “kenapa aplikasi dibuat”, fokus pada fitur dan tujuan operasional.
  • Mulai dari general → refine detail secara modular.
  • Jangan mencampur business logic dengan cerita naratif.

Pastikan setiap fitur ditulis sebagai aksi atau tindakan, bukan deskripsi konsep.

Kesimpulan

Format prompt CREAO yang efektif harus:

  • Fokus pada fungsi sistem.
  • Mendefinisikan role dan workflow utama.
  • Menguraikan kebutuhan data, laporan, integrasi, dan automasi.
  • Memberi instruksi UI.

Dengan mengikuti pendekatan ini, Anda dapat merancang prompt yang konsisten dan dapat digunakan ulang untuk berbagai project berbeda dalam waktu singkat.

Search